Bagi penghobi kicau mania, tentunya memiliki burung kicau dengan bulu yang mulus adalah kepuasan tersendiri, dalam arti burung kicauannya enak untuk dipandang mata. Tetapi bagaimana jika anda memiliki burung kicau yang mengalami rusak pada bulu ekor maupun bulu sayapnya? Pastinya hal ini akan menyebabkan tidak sedap untuk dipandang mata. Ada beberapa faktor yang menyebabkan bulu pada ekor maupun bulu pada sayap burung rusak, berikut ini adalah beberapa faktor penyebabnya 1. Bulu burung memang sudah tua dan akan tiba saatnya untuk mabung. 2. Akibat faktor sangkar yang terlalu kecil sehingga menyebabkan bulu ekor rusak akibat ekor menabrak jeruji sangkar. 3. Bulu burung rusak akibat faktor kutu. 4. Bulu burung rusak akibat diganggu kucing atau tikus, yang menyebabkan burung ketakutan sehingga burung menabrak-nabrak ruji sangkar. Jika bulu burung anda rusak akibat faktor-faktor di atas, maka dapat dikatakan bahwa ketika pulih, bulu dari burung anda akan dapat kembali normal dal...
Burung Kicauan khusus nya Burung Cucak Hijau adalah burung yang bertipe semi fighter. Walaupun burung pemakan buah ini bertipe Semi Fighter tetapi lagu dari burung ini tidak kalah dengan lagu dari burung Fighter seperti Murai Batu dan Kacer. Di Indonesia sendiri sejauh ini ada tiga pulau yang merupakan habitat asli dari burung ini, yakni Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Dari ketiga pulau yang menjadi habitat asli burung Cucak Hijau tersebut, Cucak Hijau dari habitat Kalimantan adalah yang paling di minati oleh para penghobi burung ini. Salah satu kelebihan burung Cucak Hijau Kalimantan ini adalah burung ini mampu membawakan lagu (isian) panjang yang di imbangi dengan volume suara yang keras. Sehingga tidak jarang bahwa burung Cucak Hijau Kalimantan ini sering memperoleh piala juara pada event lomba burung besar berskala Nasional di pulau Jawa. Adapun keunikan yang dimiliki burung Cucak Hijau ini adalah, burung ini cepat sekali menirukan suara dari burung-burung disekitarnya. M...
Dalam kenyataannya banyak sekali peserta lomba burung yang merasa kecewa dengan hasil penilaian juri, tapi uniknya rasa kekecewaan mereka ini di luapkan dengan membuat postingan di media sosial mereka masing-masing, seperti contohnya dengan mengatakan "jurinya gak fair play, jurinya kurang pintar dan lain sebagainya." Tetapi bagi sebagian pemain yang merasa kecewa dengan penilaian juri ada dari mereka yang memberanikan diri untuk bertanya langsung kepada juri. Pertanyaan mereka seperti "apa kekurangan dari burung gacoan saya? dsb." Dan tentunya bertanya langsung kepada juri ini adalah cara yang terbaik, walaupun hasilnya tidak semua pemain merasa puas dengan jawaban juri, tetapi menurut saya ini adalah cara yang dewasa ketimbang melampiaskan rasa kecewa mereka di media sosial. Namun dari pengamatan saya sendiri, yang pernah menjadi juri lomba burung di berbagi Event Organizer, dan sampai sekarang pun saya masih aktif sebagai pemain burung kicauan, adapun hal kekece...
Komentar
Posting Komentar